Kesehatan Mental, Pencegahan Bunuh Diri Membutuhkan Perhatian Lebih Besar Selama Pandemi

Dengan pandemi COVID-19 yang masih terus meningkat dan berdampak pada banyak orang, kita harus lebih memperhatikan kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri. Pandemi ini menyebabkan ketakutan, kecemasan, depresi, dan stress di antara banyak orang. Penjajaran sosial, isolasi, dan penanganan dengan informasi yang terus berkembang dan berubah tentang virus telah memicu dan memperburuk kondisi kesehatan mental yang sudah ada dan membutuhkan perhatian segera.

Stigma yang terkait dengan infeksi COVID-19 juga dapat menyebabkan perasaan terisolasi dan depresi. Bunuh diri merenggut hampir 800.000 jiwa setiap tahun di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian di kalangan anak muda berusia 15-29 tahun. Bukti menunjukkan bahwa untuk setiap orang dewasa yang meninggal karena bunuh diri ada lebih dari 20 lainnya yang mencoba bunuh diri. WHO Asia Tenggara mnenyatakan 39% dari angka kematian akibat bunuh diri global. Meskipun dapat dicegah, bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Orang yang selamat dari upaya bunuh diri dan keluarga mereka sering menghadapi stigma dan diskriminasi dalam berbagai bentuk. Dampak bunuh diri pada keluarga, teman dan komunitas sangat buruk dan berjangkauan luas.

Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini, kita harus berupaya menyediakan layanan kesehatan mental dan perawatan sosial yang komprehensif, terpadu dan responsif di lingkungan berbasis masyarakat. Karena kerentanan individu dan faktor sosiokultural berbeda antara dan di dalam populasi, Strategi Pencegahan Bunuh Diri Regional memandu negara-negara dalam menyusun strategi dan perencanaan untuk pencegahan bunuh diri melalui pendekatan kesehatan masyarakat multi-sektoral. Inisiatif ini sangat dibutuhkan saat ini. Bersama-sama kita harus berupaya meningkatkan kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.

Apa yang bisa saya lakukan untuk menjaga kesehatan mental saya?

  • Batasi konsumsi berita atau media sosial, jika kamu merasa cemas, stres, atau kelelahan.
  • Lakukan latihan yang membantu membuatmu merasa lebih tenang, seperti mindfulness, meditasi, atau yoga.
  • Manfaatkan waktu di rumah untuk merawat diri (self-care) dan menjaga kesehatan fisik.
  • Tetap terhubung dengan teman, keluarga, dan orang terkasih melalui telepon, pesan, atau media sosial.
  • Bekali diri dengan informasi-informasi yang penting, termasuk mengenai layanan kesehatan mental di sekitar kamu.

(ref: who.int, intothelightid.org)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *