Corona Virus

Pengertian [1]

Virus Corona merupakan virus RNA yang berasal dari famili Coronaviridae. Patofisiologi virus ini belum sepenuhnya dimengerti, tetapi sel epitel saluran pernapasan dan pencernaan merupakan target utama virus ini. Rute transmisi virus Corona adalah melalui droplet. Transmisi melalui kontak langsung, airbornefecal-oral, dan fomite yang terkontaminasi belum dapat dipastikan tetapi patut diwaspadai juga. Masa inkubasi virus Corona sekitar 5 hari (2-14 hari).

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

Sampai saat ini terdapat tujuh virus corona (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  • HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  • Severe Acute Respiratory Syndrome  (SARS-COV) yang menyebabkan sindrom pernapasan akut.
  • Middle East Respiratory Syndrome (MERS-COV)
  • COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Virus Corona (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus COVID-19 dari Maret 2020

Penyebab Infeksi Virus Corona  [2]

Virus COVID-19 terutama menyebar ketika satu orang menghirup tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Selain itu, setiap orang yang terinfeksi, dengan atau tanpa gejala, dapat menyebarkan virus dengan menyentuh permukaan. Virus corona bisa tetap berada di permukaan itu dan orang lain bisa menyentuhnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata mereka. Itulah mengapa sangat penting untuk mencoba menghindari menyentuh permukaan publik atau setidaknya mencoba untuk menyeka mereka dengan desinfektan.

Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh Tetap Kuat [3]

Mengikuti pedoman kesehatan umum adalah langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda kuat dan sehat. Setiap bagian dari tubuh Anda, termasuk sistem kekebalan tubuh Anda, berfungsi lebih baik ketika dilindungi dari serangan lingkungan dan didukung oleh strategi hidup sehat seperti:

  • Jangan merokok.
  • Konsumsilah makanan yang kaya akan buah, sayuran, dan biji-bijian.
  • Minumlah multivitamin jika Anda curiga Anda mungkin tidak mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan melalui diet.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Pertahankan berat badan yang sehat.
  • Kontrol tingkat stres Anda.
  • Kontrol tekanan darah Anda.
  • Jika Anda minum alkohol, minumlah hanya dalam jumlah sedang (tidak lebih dari satu atau dua gelas sehari untuk pria, tidak lebih dari satu hari untuk wanita).
  • Tidur yang cukup.

Gejala Infeksi Virus corona [4]

Sama seperti infeksi virus lainnya, infeksi ini dapat bersifat asimptomatik dan dapat juga menimbulkan gejala yang ringan, seperti pada infeksi saluran napas atas (ISPA); gejala yang berat, seperti pneumonia; bahkan sampai menimbulkan kematian. Terdapat sekitar 17-29% pasien mengalami sindrom distress pernapasan akut dan 10% mengalami infeksi sekunder.

Tanda dan gejala yang terjadi adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan dispnea. Beberapa gejala lain yang dapat terjadi adalah mialgia/fatigue, nyeri kepala, dan diare.

Faktor risiko yang dapat memperberat penyakit infeksi Virus Corona adalah kelompok usia tertentu seperti usia lanjut, bayi, anak, serta adanya penyakit kronis seperti diabeteshipertensi, gangguan kardiovaskular, dan kanker.

Diagnosis Infeksi Virus corona  

Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Di sini dokter akan menanyakan seputar gejala atau keluhan yang dialami pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Untuk kasus yang diduga infeksi corona virus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

Pengobatan Infeksi Virus Corona [5]

Adakah obat khusus untuk mencegah atau mengobati virus corona?

Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV).

Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki dan akan diuji melalui uji klinis.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

  • Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.
  • Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.
  • Perbanyak istirahat.
  • Perbanyak asupan cairan tubuh.
  • Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi COVID-19, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien. 

Bila pasien mengidap infeksi virus corona, dokter akan merujuk ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan menganjurkan untuk melakukan:

  • Isolasi
  • Serial foto toraks sesuai indikasi.
  • Terapi simptomatik.
  • Terapi cairan.
  • Ventilator mekanik (bila gagal napas)
  • Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik. 

Pencegahan Infeksi Virus corona 

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Berikut upaya yang bisa dilakukan: 

  • Tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas liar. 
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan. 
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih. 
  • Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
  • Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas. 

Selain itu, kamu juga bisa perkuat sistem kekebalan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen sebagai bentuk pencegahan dari virus ini.

Tindakan Perawatan

Berdasarkan kondisi bahwa orang tersebut sehat namun melakukan kontak dengan orang sakit Covid-19:

  1. Karantina di rumah selama 14 hari
  2. Melakukan pisah alat makan
  3. Ruangan non AC
  4. Bersihkan tiap hari: ruangan, sprei, dan pakaian
  5. Sediakan hand-rub dan alkohol minimum 75% untuk membersihkan benda-benda di rumah
  6. Menjaga jarak fisik, minimum 2 meter

Tertular, tetapi tetap sehat karena antibodi cepat melawan dan langsung sembuh;

Lakukan sama dengan 6 langkah di atas

Tertular, namun terlihat sehat. Virus tinggal di dalam tubuh, tetapi tidak menimbulkan sakit dan disebut carrier/pembawa. Ini biasanya adalah kelompok orang muda, dan merupakan kelompok penular terbesar;

Lakukan sama dengan 6 langkah di atas

Tertular dan sakit ringan (seperti flu biasa, pegal-pegal, pusing). Ini juga merupakan kelompok penular terbesar);

  1. Isolasi di rumah dilanjutkan dengan karantina di rumah selama 14 hari
  2. Anggota keluarga ikut melakukan karantina di rumah
  3. Batasi jumlah orang yang merawat pasien
  4. Tunjuk orang yang dalam kesehatan baik dan tidak memiliki penyakit kronis
  5. Hindari kunjungan menengok yang sakit oleh orang lain
  6. Batasi pergerakan pasien, minimalkan area yang digunakan bersama (dapur, kamar mandi, dll)
  7. Melakukan pisah alat makan
  8. Tempatkan di ruangan non AC, sering buka jendela
  9. Bersihkan tiap hari dengan desinfektan alcohol 75%: ruangan, kamar mandi, dapur, dll
  10. Cuci tiap hari dengan deterjen: sprei dan pakaian
  11. Beri Vitamin C 1.000 mg dan vitamin D3 25 mg
  12. Pastikan kecukupan asupan cairan: cairan yang manis (sukrosa) atau air jahe diberi gula merah
  13. Sediakan hand rub untuk membersihkaan tangan
  14. Menjaga jarak fisik, minimum 2 meter

Tertular dan sakit berat (batuk, demam, diare, sesak napas) lalu sembuh

Sama dengan 14 langkah di atas, tambahkan;

  1. Paracetamol 500 mg
  2. Oksigen kaleng (wajib orang tua/lansia)
  3. Ventoline oral (wajib orang tua/lansia)

Lalu bagaimana cara merawat pasien Covid-19 di rumah? WHO memberikan panduan dalam buklet; Home Care For Patients with COVID-19 Presenting With Mild Symptoms and Management of Their Contacts:

  1. Kenakan masker yang pas dengan wajah saat berada di kamar yang sama dengan pasien.
    Hindari menyentuh atau mengatur masker dengan tangan yang tidak bersih. Ganti masker segera saat terkontaminasi. Cuci tangan setelah melepas masker.
  2. – Cuci tangan setelah melakukan kontak langsung dengan pasien atau setelah memasuki atau keluar dari ruang isolasi pasien.
    – Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah pergi ke toilet, dan ketika tangan terlihat kotor. Jika tangan tidak tampak kotor, bersihkan dengan pembersih tangan/hand-sanitizer; jika tangan tampak kotor, cuci dengan sabun dan air.
  3. Pakailah sarung tangan sekali pakai saat membersihkan mulut dan saluran pernapasan pasien serta untuk menangani kotoran dan urine pasien. Jangan membuang sarung tangan dengan sembarangan.
  4. Hindari kontak langsung dengan pasien atau barang-barang yang terkontaminasi oleh pasien (sikat gigi, peralatan makan, makanan, minuman, handuk, sprei, dll). Cuci piring dengan deterjen atau buang setelah digunakan.
  5. Pakailah sarung tangan sekali pakai dan pakaian pelindung (seperti celemek plastik) sebelum membersihkan dan menyentuh pakaian, alas tidur dan permukaan benda yang terkontaminasi oleh sekresi manusia. Cuci tangan sebelum mengenakan sarung tangan dan setelah melepasnya.
  6. Pasien perlu tetap berhubungan dengan professional medis sampai pulih total.
    Sedangkan Center for Disease Control and Prevention memberikan definisi dan perbedaan antara karantina di rumah dan isolasi di rumah

Karantina di rumah:

  1. Berlaku untuk kelompok dan anggota rumah tangga yang melakukan kontak dengan kasus Covid-19.
  2. Berlaku untuk orang yang pernah berada atau singgah di negara, wilayah, atau kota yang memiliki kasus Covid-19.

Peran Status Nutrisi terhadap Daya Tahan Tubuh [6-8]

  • Kurang gizi -> pertahanan tubuh lemah -> mudah infeksi
  • Indeks massa tubuh yang tinggi (kelebihan berat badan atau kegemukan) -> peradangan berlebihan, rentan infeksi seperti influenza, dan lebih berisiko komplikasi -> penyakit lebih parah

Peran Nutrisi dalam Pertahanan Tubuh terhadap Virus [6,9]

  • Vitamin A: minyak ikan, mentega, kuning telur, cabai merah, wortel, bayam, kangkung
  • Vitamin B: kentang, daging sapi, pisang, salmon, tuna, tempe, susu sapi
  • Vitamin C: kiwi, papaya, brokoli, stroberi, lemon, jeruk manis
  • Vitamin D: ikan kembung, ikan sarden, salmon, tuna
  • Vitamin E: almond, minyak kacang kedelai, minyak kelapa sawit, minyak zaitun
  • Asam lemak omega-3 (EPA dan DHA): sarden, salmon, tiram, minyak ikan
  • Selenium: nasi, jeroan, susu, daging
  • Seng: kepiting, tiram, daging sapi, keju
  • Besi: tahu, kangkung, bayam
  • Tembaga: tiram, lobster, coklat, kacang

Ref.

[1] https://www.ecdc.europa.eu/en/novel-coronavirus/facts, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-criteria.html

[2] https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/coronavirus-resource-center)

[3] Coronavirus Resource Center. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/coronavirus-resource-center

[4] https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-guidance-management-patients.html, https://www.ecdc.europa.eu/en/novel-coronavirus/facts, https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-criteria.html

[5] https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters

[6] Zhang L, Liu Y. Potential Interventions for Novel Coronavirus in China: A Systematic Review [published online ahead of print, 2020 Feb 13]. J Med Virol. 2020;10.1002/jmv.25707. doi:10.1002/jmv.25707,

[7] Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol. 2018;9:1055. Published 2018 May 16. doi:10.3389/fimmu.2018.01055,

[8] Liu M, He P, Liu HG, et al. Zhonghua Jie He He Hu Xi Za Zhi. 2020;43(0):E016. doi:10.3760/cma.j.issn.1001-0939.2020.0016,

[9] Stephensen CB dan Zunino SJ. Nutrition and the immune system. Dalam: Ross AC, Caballero B, Cousins RJ, Tucker KL, Ziegler TR, editor. Modern Nutrition in Health and Disease. Edisi ke-11. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins; 2014. hal 601-10.)